Surabaya

Wakamed Rumkital Dr. Ramelan Terima Kunjungan Tim Pengkajian Resistensi Antimikroba Dirkes Ditjen Kuathan Kementrian Pertahanan

Wakil Kepala Bidang Medis (Wakamed) Rumkital Dr. Ramelan Kolonel Laut (K) dr. Sapta Prihartono Rachman, Sp.B, Sp.BA mewakili Karumkital Dr. Ramelan Laksamana Pertama TNI dr. I.D.G. Nalendra Djaya Iswara, Sp.B, Sp.BTKV (K) menerima kunjungan Tim Pengkajian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit Kemhan dan TNI Direktorat Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementrian Pertahanan (Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan) di Ruang Rapat Rumkital Dr. Ramelan. Selasa,(31/7/18)

Tim Pengkajian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit Kemhan dan TNI Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan diketuai Kolonel Laut (K) Cecep Agus, S.KM beranggotakan Letkol Kes Asep Gunawan, Letkol Laut (K/W) Irasari Listyawati, S.KM, Pengatur Tk. I II/d Anwar Basuki.

Wakamed Rumkital Dr. Ramelan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Pengkajian Resistensi Antimikroba di Rumkital Dr. Ramelan. Rumkital Dr. Ramelan sejak 2015, membentuk Tim Pelaksana Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (Tim PPRA). Tim ini dibentuk sebagai fungsi pengawasan resistensi obat dengan tujuan meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sesuai standar nasional.

“ Pengendalian Resistensi Antimikroba adalah aktivitas yang ditujukan untuk mencegah dan atau menurunkan adanya kejadian mikroba resisten. Penggunaan antimikroba secara bijak ialah penggunaan antimikroba yang sesuai dengan penyakit infeksi dan penyebabnya dengan rejimen dosis optimal, durasi pemberian optimal, efek samping dan dampak munculnya mikroba resisten yang minimal pada pasien ”. ditambahkan Wakamed

Pada kesempatan yang sama Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria, Sp.OT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua Tim Pengkajian Resistensi Antimikroba Kolonel Laut (K) Cecep Agus, S.KM mengatakan bahwa guna mendukung program nasional terkait dalam pengendalian resistensi antimikroba yang dilaksanakan di rumah sakit, perlu dikembangkan program pengendalian resistensi antimikroba (PPRA) di rumah sakit Kemhan dan TNI. Diagnosis dan pemberian antimikroba harus disertai dengan upaya menemukan penyebab infeksi dan kepekaan mikroba patogen terhadap antimikroba.

“ Untuk menanggulangi masalah resistensi antimikroba di tingkat perorangan maupun intitusi rumah sakit, membutuhkan kebijakan dan program pengendalian antibiotik yang efektif dan perlu adanya kajian terkait resistensi antimikroba di rumah sakit Kemhan dan TNI “ ditambahkan Kolonel Laut (K) Cecep Agus yang kesehariannya menjabat sebagai Analis Madya Bidang Matfaskes Ditkes Ditjen Kuathan Kemhan

Kegiatan Pengkajian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit Kemhan dan TNI ini dimaksdukan untuk mendapatkan data penggunaan antimikroba yang sesuai dengan penyakit infeksi dan penyebabnya dari komite atau Tim PPRA Rumah Sakit dan digunakan sebagai payung hukum dalam upaya penanggulangan resistensi antimikroba di rumah sakit Kemhan dan TNI. Diharapkan dari kajian ini dapat menetapkan suatu kebijakan yang mewadahi kegiatan pengendalian resistensi antimikroba di rumah sakit agar dapat diambil keputusan yang tepat.

Acara dilanjutkan dengan Paparan Tentang Program PPRA di Rumah Sakit Dalam Akreditasi SNARS yang disampaikan oleh Wakil Ketua Tim PPRA Rumkital Dr. Ramelan Letkol Laut (K/W) Dr. Dra. Widyati, M.Clin Pharm, Apt dilanjutkan Paparan Mengenai Peta Kuman Rumah Sakit Oleh dr. Hilda Rifiana, Sp.MK.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim PPRA Rumkital Dr. Ramelan Kolonel Laut (K) dr. Ariyo Sakso Bintoro, Sp.U, Anggota Tim PPRA Rumkital Dr. Ramelan, Tim Kesehatan Kesdam V Brawijaya, Tim Kesehatan RSAU dr. Efram Hasana Lanud Iswahyudi dan Tamu Undangan.